A. Mengapa Ada Survival:
Kebutuhan
akan survival tumbuh karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan
yang dihadapinya. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain adalah:
1. Keadaan
alam (cuaca, kondisi medan)
2. Kedaan
makhluk hidup lain disekitar kita (binatang, tumbuh-tumbuhan)
B. Definisi Survival:
Orang banyak mendefinisikan survival.
Diantara devinisi tersebut terkandung didalam singkatan 8 hurufnya, yaitu:
S = Sadar dalam keadaan gawat darurat
S = Sadar dalam keadaan gawat darurat
U =
Usahakan untuk tetap tenang
R = Rasa
takut dan putus asa hilangkan
V =
Vitalitas tingkatkan
I = Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V =
Variasi alam bias dimanfaatkan
A =
Asal mengerti, berlatih, dan tahu caranya
L =
Lancar, slaman, slumun, slamet
Di
kemiliteran khususnya
komando, Survival singkatan dari:
S =
Sadarlah sungguh-sungguh situasimu
U =
Untung malang bergantung pada ketenanganmu
R =
Rasa takut dan panic harus dikuasai
V =
Vakum isilah segera
I =
Ingatlah dimana kau berada
V =
Viva (hidup) hargailah dia
A =
Adat istiadat setempat harus ditiru
L =
Latihlah dirimu dan belajarlah selalu
Dalam
versi lain:
S =
Size up the situation (Pandailah menilai sesuatu)
U =
Undue haste make jaste (Jangan tergesa-gesa biar lambat asal selamat)
R =
Remember where you are (Ingatlah dimana kau berada)
V =
Vanguish fear and panic (Kuasai dirimu dari rasa takut dan panik)
I =
Improvise (Perbaikilah dirimu dari kesulitan)
V =
Value living (Hargailah kehidupanmu)
A =
Act like the natives (Adat istiadat setempat harus ditiru)
L =
Learn basic skill (pelajarilah dasar keahlian dengan seksama)
Dengan demikian dapat disimpulkan,
SURVIVAL adalah kelangsungan hidup seseorang dimana orang tersebut tidak akan
mendapat atau menerima fasilitas/ pelayanan
yang sempurna atau secara teratur karena adanya pengaruh-pengaruh dan masalah
yang timbul pada waktu itu.
C. Versi Survival:
1. Versi
Militer
Banyak dilakukan oleh
pasukan komando, pasukan pengintai, mata-mata perang, dan sebagainya. Dalam
versi ini lebih dikenal sebagai survival tempura tau “ combat survival “. Bagi
versi ini bertahan di alam saja tidak cukup, karena masih ada factor lain yaitu
ancaman musuh. Oleh karenanya dikenal adanya S E R E (Survival – Evasion/ pengelakan – resistance/ bertahan – Escape/ melarikan diri). Secara kusus combat survival
punya arti kemampuan untuk mempertahankan kehidupan dalam keadaan serba sukar
untuk kembali ke daerah sendiri tanpa menberikan sesuatu pertolongan pada
musuh.
2. Versi
petugas kusus
Termasuk disini
adalah pilot pesawat komersial, awak nahkoda kapal laut komersial, petugas
kehutanan, dan lain sebagainya. Salah satu cirri versi ini diantaranya harus
bertanggung jawab terhadap orang lain. Mereka bertanggung jawab dan berperan
untuk berusaha member bantuan atau menyelamatkan korban/penumpang sebanyak
mungkin.
3. Versi
Avonturir
Termasuk disini
pendaki gunung, penjelajah rimba, pemburu, peneliti dan lain sebagainya.
Penguasaan survival di tekankan pada kemahiran individu, tetapi kadang mereka
terikat pada norma/aturan tertentu. Misalnya mereka tidak suka menguliti kulit pohon
sebagai tanda jejak. Dalam keadaan terdesak pun mereka masik berfikir untuk
tidak merusak alam. Semula survival bertitik tolak pada banyaknya latihan dan
pengalaman semata. Melengkapi diri dengan peralatan dan persediaan yang memadai
sekarang menjadi salah satu tuntutan survival.
Banyak sebab orang
melakukan usaha survival. Dalam keadaan survival ada pedoman yang dapat diingat
yaitu S T O P, yang merupakan singkatan dari:
S = Stop/Seating, berhenti dan duduklah,
jangan panik.
T = Thinking, gunakan akal dan tetap
sadar kedaan yang dihadapi.
O =
Observe, Amati keadaan sekitar, tentukan arah, manfaatkan alat yang ada,
hindari hal-hal yang tidak perlu.
P =
Planning, buat rencana dan fikirkan konsekuensinya bila sudah memutuskan.
D. Langkah-langkah dalam Survival:
1. Mengkordinasikan
anggota, penting untuk menentukan langkah dan kekompakan.
2. Melakukan
pertolongan pertama pada yang sakit atau luka, jika tidak kelak akan
merepotkan.
3. Melihat
kemampuan dan keadaan anggota (fisik dan mental)
4. Mengadakan
orientasi medan, untuk menentukan posisi sekarang secara tepat atau perkiraan.
5. Mengadakan
penjatahan makanan dengan memanfaatkan sumber alam yang tersedia.
6. Membuat
rencana kegiatan dan pembagian tugas yang rasional dengan pertimbangan yang
matang.
7. Berusaha
menyambung komunikasi dengan dunia luar, dengan tidak melakukan aktivitas yang
berlebihan.
8. Membuat
jejak dan mencari perhatian agar mudah tim percari menemukan survivor.
9. Berusaha
mendapatkan pertolongan secepatnya baik sengaja ataupun tidak (kebetulan)
bertemu dengan penduduk setempat.
E. Hambatan Dalam Survival:
1. Ketegangan
dan panik, survivor hendaknya berfikir tenang dan optimis untuk mengurangi
ketegangan. Cara untuk mengurangi ketegangan dan panik adalah dengan sering
latihan survival, selalu berfikir positif dan optimis serta mempunyai persiapan
dalam segala keadaan baik persiapan, mental, dan fisik.
2. Rasa
kesunyian, rasa putus asa, perasaat bahwa ia tersesat, rasa jemu terhadap
lingkungan sehingga menyebabkan lemah mental.
3. Karena
sengatan sinar matahari dan panas, mengakibatkan gangguan yang membahayakan
bahkan kematian. Gangguan itu antara lain kelelahan panas, kejang panas, dan
sengatan panas.
4. Karena
serangan berbagai macam penyakit demam, disentri, tipus, malaria, diare, dll.
5. Kemerosotan
mental, bila kekuatan fisik telah tiada kemerosotan akan terjadi dengan
indikasi badan lemah, lesu, kurang dapat kosentrasi, kadang kala ada yang
menjerit histeris. Gejala ini dipengaruhi oleh kejiwaan dan kondisi fisik yang
lemah, bias juga karena keadaan lingkungan yang mencekam.
6. Bahaya
dari semua jenis binatang yang mungkin ditemui.
7. Keracunan,
hal ini dimungkinkan dari makanan atau air, juga menelan zat kimia secara tidak
sengaja. Gejala antara lain pusing dan muntah, rasa nyeri dan kejang-kejang
perut, kadang mencret, kejang seluruh tubuh dan kalau berat pingsan. Tindakan
yang harus segera dilakukan adalah mengeluarkan racun dari dalam lambung, yaitu
harus muntah berapa kali.
8. Keletihan
yang amat sangat, karena survivor melakukan aktifitas melebihi kekuatan dan
kondisi fisiknya, untuk itu perlu mengatur kegiatan sesuai sesuai dengan
kamampuan dan perhitungan yang tepat supaya menghemat tenaga.
9. Kelaparan,
merupakan bahaya umum yang dihadapi survivor.
10. Luka
dan lecet, gangguan yang sangat merepotkan dan akan bertambah besar dan perih
bila di paksakan.
11. Kedinginan,
dapat mengakibatkan kematian. Penurunan suhu tubuh sampai 3°C akan menyababkan
kamatian dalam beberapa jam saja. Panas dapat hilang diantaranya bersama udara
pernafasan, melalui pancaran panas, kontak langsung, adanya pergerakan panas
dan penguapan. Terjadinya penurunan panas dimanai Hypothermia.
F. Membuat Tempat Perlindungan (SHELTHER):
Tujuan
membuat shelter adalah untuk melindungi diri dari pengaruh alam, seperti
pengaruh panas, hujan, angin, dan dingin. Shelter bias dibuat dari bahan yang
dibawa sendiri atau bahan yang tersedia oleh alam seperti daun, ranting pohon,
batu, dll.
Syarat Membuat Shelter:
1. Jangan
membuat shelter di tempat yang mungkin banjir pada waktu hujan, seperti di
bibir sungai walaupun tampak rata, bersih, dan kering.
2. Tidak
di bawah pohon atau cabang yang mati atau lapuk, jangan di bawah pohon kelapa.
Usahakan jauh dari bahaya tertimpa pohon atau benda lainnya.
3. Bukan
merupakan sarang nyamuk atau serangga lain, juga bukan pada tanaman busuk
karena tidak baik bagi kesehatan dan kurang aman.
Bahan
pembuat shelter harus kuat dan pembuatannya mudah tidak memakan waktu yang
lama. Untuk bahan yang dibawa ukuran yang lazim adalah 2x2 atau 2x3 meter.
Membuat shelter dari bahan alam untuk
memanfaatkan dedaunan, ranting, ijuk, daun palm dsb. Yang penting bahan
tersebut kuat untuk menahan hujan, panas atau angin. Bentuk shelter beraneka
ragam, missal berbentuk kerucut, kubus dll.
Bentuk
lain dari alam yang bias di manfaatkan adalah gua, lekukan tebing/batu yang
cukup dalam, lubang dalam tanah dsb. Pastikan bahwa:
1. Gua
bukan rumah hewan apalagi binatang buas.
2. Gua
tidak mengandung gas beracun. Bisa
dengan obor pengecekannya. Bila obor tetap manyala berarti di dalam gua tidak
ada racun.
3. Bahaya
lain adalah tebing/gua bebas dari longsor.
G. Mencari Air:
Air
merupakan kebutuhan pokok manusia. Seseorang dalam keadaan normal dan sehat
masih dapat bertahan hidup cukup lama sekitar 0–30 hari tanpa makan karena sel
tubuh masih dapat memanfaatkan sumber lain untuk metabolism. Tapi, tanpa air
orang akan sulit bertahan hidup lama. Tanpa air orang hanya dapat bertahan
hidup sekitar 10 hari dan disekitar daerah tropis hanya bertahan hidup kurang
dari itu. Minimum orang membutuhkan ¼ liter sehari. Dalam kedaan normal
kebutuhan orang 2 liter sehari.
Untuk daerah tropis, sekedar untuk
mendapat air tidak terlalu sulit. Kita bisa mendapat sungai, parit, mata air,
genangan air dalam cekungan batu dsb. Yang menjadi pertanyaan air itu dapat
dimanfaatkan atau tidak.
Betapapun hausnya kita, jangan minum
air belum dijernihkan. Salah satu masalah dalam survival adalah penyakit yang
disebabkan minum air kotor. Air yang akan kita minum harus bersih dan jernih,
kemudian kita masak sampai mendidih untuk membebaskan dari segala macam kuman
penyakit. Penyakit yang menimpa kita lewat air adalah dysentery, cholera dan
thypus.
Bila yang ad air yang berlumpur,
seperti didalam jejak kaki gajah, air yang tenang dan diam dalam kolam-kolam
kecil, air tersebut tidak mungkin jernih. Tindakan yang haris kita lakukan:
1. Saring
air tersebut dengan cara memakai sapu tangan bersih, pakaian yang bersih atau
bambu yang diisi arang kayu serta sepotong kain yang bersih.
2. Setelah
bersih masaklah air itu dengan memasukkan arang kayu untuk menghilangkan bau
dalam air.
Tempat-tempat yang mengandung air:
1. Tanah
berbatu
Carilah mata air. Pada umumnya daerah
yang berbukit kapur mangandung air, sebab air hujan atau embun dengan cepat di
serap oleh kapur itu. Air yang dihisap semua terkumpul dalam tanah yang berkapur.
Buatlah lubang atau sumur yang tidak terlalu dalam, pada suatu saat kita akan
menemukan air yang tersimpan.
2. Tanah
yang berpasir
Pada daerah tandus, air didapatkan
dengan cara membuat sumur yang dalam. Air itu dapat diminum tetapi harus jernih
dan bebas dari bakteri/kuman penyakit dengan tablet penjernih air atau dimasak
terlebih dahulu. Di lembah pasir yang udaranya lembab atau daerah sekitar
tumbuhan, bila digali dengan kedalaman tertentu akan keluar air. Pada tanah
yang lembab, kita gali pasir dan pada lubang kita bentangkan ponco, biarkan
semalaman akan didapatkan air dari hasil pengembunan yang meresap kedalam
pasir.
3. Tanah
tepi pantai
Pasir pantai digali sekitar 3-5 meter
pada jarak 100 meter dari laut, pasti ada airnya. Air tersebut tentu tidak enak,
dapat kita hilangkan dengan saringan pasir. Jangan minum air laut, karena air
laut mengandung garam dengan kadar tinggi yang dapat merusak ginjal.
4. Tanah
pegunungan
Carilah bekas sungai yang kering.
Galilah lubang, biasanya dibawah kerikil atau batu besar dimana udara masih
lembab terdapat air. Air tersebut haris disaring terlebih dahulu.
5. Tanaman
dan Tumbuh-tumbuhan yang mengandung air
Di Indonesia banyak tanaman, tumbuhan,
akar-akaran, tali-tali hutan, rotan, dan buah-buahan yang mengandung air. Diantaranya:
a. Tumbuhan
yang banyak mengandung air, pohon bambu, pohon pepaya, pohon kapuk randu, pohon
pisang, kaktus. Air dalam pohon-pohon tersebut tidak perlu dimasak, karena
bebas dari bakteri dan kuman. Kusus pada bambu muda bagian bawah banyak
mengandung air.
b. Akar-akar
pohon, tali-tali hutan dan rotan. Ada beberapa jenis akar pohon yang tergantung
tinggi serta melingkar kebawah sebesar lengan orang dewasa. Akar ini di potong
miring lalu airnya di tamping dalam botol. Airnya tidak keluar banyak tetapi
menetes dengan cepat. Cara demikian juga berlaku untuk tali-tali hutan dan
rotan.
c. Pohon
kapuk hutan atau randu alas, buatlah beberapa potong pada pohonnya, air yang
mengalir segar dan mengandung obat anti demam.
d. Buah-buahan
yang banyak mengandung air, sebagai contoh buah kelapa, jeruk, jambu air,
pisang dsb. Walau dalam hutan banyak sekali buah-buahan yang ada.
e. Semua
jenis palm hutan mengandung air yang dapat diminum. Seperti dari batang kembang
aren, batang kembang kelapa, batang kembang nipah dsb.
H.
Mencari Makanan:
Sebenarnya dihutan-hutan dan rimba rawa di Indonesia
terdapat banyak makanan. Tidak sedikit buah-buahan, daun-daunan, binatang liar
dan ikan dihampir semua sungai yang mengalir dihutan dapat dimakan. Untuk
menagkap binatang, kita harus mengetahui kebiasaan binatang itu dimana ia
berada. Binatang-binatang itu antara lain punya kebiasaan minum dipinggir
sungai pada pagi dan sore hari. Pada saat itulah kita usahakan untuk dapat
menangkap binatang itu.
Beberapa
bagian dari tumbuhan yang dapat dijadikan makanan antara lain:
1. Batangnya:
batang pohon pisang(musa paradisiaca, musa sp) bagian dalam yang berwarna
putih(ares/bagal) dapat dimakan. Contoh lain beberapa jenis pakis batang ujung
daunnya yang masih muda dapat dimakan, bambu muda, sagu, tebu, rumput jukut
sirabu, jukut setan, jotang, dsb.
2. Daunnya:
misalnya selada air, antanan, daun melinjo, daun singkong, rasamala, bayam
merah, bayam duri, dll.
3. Akarnya
atau umbinya: ubi jalar, singkong, beberapa jenis talas hutan, dsb.
4. Buahnya:
misalnya arbei, buah jambu, durian hutan, rambutan hutan, anggrung/ kuray, asam
jawa, wuni, juwet, kedondong alas, aren, nanas, kokosan, cempedak, mundu, dsb.
5. Tumbuhan
yang dapat dimakan seluruh bagiannya, misalnya jamur merang, dan beberapa jenis
jamur kayu.
6. Makanan
yang berasal dari hewan, misalnya telur penyu, telur burung atau memanfaatkan
seluruh tubuh hewan tersebut. Hewan yang cukup mudah didapatkan seperti ular,
ayam hutan, dsb.
Patokan
umun makanan yang bisa dimakan:
1. Hewan
sekitarnya memakan tanaman tersebut. Umumnya yang dimakan kera dapat
dimafaatkan manusia.
2. Hindari
dan berhati-hati tanaman yang berwarna mencolok, juga buah-buahan yang warnanya
mencolok.
3. Hindari
tanaman yang mengeluarkan getah bewarna putih atau getah seperti sabun. Kecuali
bila sudah yakin benar bahwa buah itu adalah sawo lejet(waluh siam), dsb.
4. Tanaman
dicoba dulu dengan mengoleskan pada tangan atau dicicipi sedikit. Tunggu
beberapa menit kemudian, apabila terasa gatal dan menyengat, sebaiknya jangan
dimakan.
5. Hindari
makanan yang rasanya tidak enak yang mungkin juga terasa pahit atau asam.
6. Untuk
tanaman beracun, maka kita harus berhati-hati terhadap biji-bijian yang
berwarna merah atau merah tua. Hanya tanaman yang dapat dipastikan dan sudah
dikenal benar yang dapat dimakan.
I. Membuat Api:
1. Batu
api digosok dengan plat baja dengan
diberi bahan yang mudah terbakar karena percikan api.
2. Belahan
bambu yang sibuat tipis sebelah, kemudian ditancapkan kedalam tanah, belahan
bambu yang satunya lagi dengan arah yang berlawanan, diberi lubang dan
dibelakang lubang diberi bahan yang mudah terbakar percikan api. Digosokkan
pada belahan bambu yang terpancang pada tanah yang keras dan terus menerus.
Karena panasnya gosokan maka rumput kering itu akan terbakar
3. Dengan
menggunakan kaca pembesar/ lup dihadapkan kearah sinar matahari, sinar yang
dipancarkan lup itu diletakkan pada rumput kering, lama kelamaan akan terbakar.
4. Gergaji
api(fire saw), mengusahakan dan memanfaatkan efek panas akibat tarikan kayu.
Cara yang dilakukan adalah menarik batang kayu diatas kayu lainnya. Cara ini
biasa menggunakan kayu atau sebilah bambu atau kayu yang jenisnya lain tetapi
empuk. Setelah sepotong kayu terpasang pada kayu lainnya, maka gerakan kayu
seperti menggergaji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar