Sanusi's Pedia
Selasa, 11 Februari 2014
Minggu, 28 April 2013
Selasa, 02 April 2013
Senin, 18 Maret 2013
Rabu, 13 Maret 2013
Macam-macam Penyakit Pencernaan
1. Apendisitis/
Usus Buntu:
Apendisitis
adalah peradangan mendadak atau pembengkakan usus buntu (vermiformis apendiks).
Sekitar setengah dari semua apendisitis gejalanya adalah sakit rongga perut
yang tiba-tiba (disebut abdomen akut) disertai mual, muntah, diare atau konstipasi.
Usus
buntu adalah sebuah struktur seperti tabung yang bercabang pada pangkal usus
besar (kolon). Usus ini hanya setebal pensil dan
biasanya panjangnya sekitar 7 cm. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan tidak
memahami fungsi apendiks bagi tubuh. Sekarang kita tahu bahwa fungsinya adalah
membantu membuat imunoglobulin, zat yang merupakan bagian dari sistem kekebalan
tubuh. Imunoglobulin dibuat di banyak bagian tubuh. Jadi, mengangkat usus buntu
yang meradang tampaknya tidak mengakibatkan masalah bagi sistem kekebalan
tubuh.
Apendisitis
jarang fatal saat ini, karena dapat disembuhkan dengan antibiotik dan
pembedahan yang aman. Apendisitis memengaruhi 1 dari 15 orang dan laki-laki
lebih berisiko daripada perempuan. Kondisi ini hampir tidak pernah memengaruhi
anak di bawah 3 tahun dan paling sering terjadi pada orang berusia antara 10
dan 30 tahun.
Penyebab
apendisitis adalah penyumbatan usus buntu (misalnya oleh kotoran), usus buntu
berbelit, parasit (misalnya cacing), dan adhesi dinding usus. Benda asing dapat
mengganggu pengosongan usus buntu sehingga menjadi pemicu untuk usus buntu. Hal
ini sering terjadi dengan biji cabai, lebih jarang dengan biji tomat atau jambu
biji. Apendisitis tanpa obstruksi usus buntu jarang terjadi dan biasanya
disebabkan oleh infeksi bakteri enterococci, proteus atau
bakteri E. coli. Penyakit radang usus seperti
penyakit Crohn juga dapat menyebabkan apendisitis.
Minggu, 10 Maret 2013
Kamis, 07 Maret 2013
Politik Luar Negeri
Politik
Luar Negeri Indonesia
Politik luar negeri adalah strategi dan
taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara
lain. Dalam arti luas, politik
luar negeri adalah pola perilaku yang digunakan oleh suatu Negara dalam hubungannya
dengan negara-negara lain. Politik luar negeri berhubungan dengan proses
pembuatan keputusan untuk mengikuti pilihan jalan tertentu. Menurut buku
Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia
(1984-1988), politik luar negeri
diartikan sebagai “suatu kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah
dalam rangka hubungannya dengan dunia internasional dalam usaha untuk mencapai
tujuan nasional”. Melalui politik luar negeri, pemerintah memproyeksikan
kepentingan nasionalnya ke dalam masyarakat antar bangsa”. Dari uraian di muka
sesungguhnya dapat diketahui bahwa tujuan politik luar negeri adalah untuk
mewujudkan kepentingan nasional. Tujuan tersebut memuat gambaran mengenai
keadaan negara dimasa mendatang serta kondisi masa depan yang diinginkan.
Pelaksanaan politik luar negeri diawali oleh penetapan kebijaksanaan dan
keputusan dengan mempertimbangkan hal-hal yang didasarkan pada faktor-faktor
nasional sebagai faktor internal serta faktor-faktor internasional sebagai
faktor eksternal.
Langganan:
Postingan (Atom)



