Minggu, 28 April 2013

Rabu, 13 Maret 2013

Macam-macam Penyakit Pencernaan



1.  Apendisitis/ Usus Buntu:
Apendisitis adalah peradangan mendadak atau pembengkakan usus buntu (vermiformis apendiks). Sekitar setengah dari semua apendisitis gejalanya adalah sakit rongga perut yang tiba-tiba (disebut abdomen akut) disertai mual, muntah, diare atau konstipasi.
Usus buntu adalah sebuah struktur seperti tabung yang bercabang pada pangkal usus besar (kolon). Usus ini hanya setebal pensil dan biasanya panjangnya sekitar 7 cm. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan tidak memahami fungsi apendiks bagi tubuh. Sekarang kita tahu bahwa fungsinya adalah membantu membuat imunoglobulin, zat yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Imunoglobulin dibuat di banyak bagian tubuh. Jadi, mengangkat usus buntu yang meradang tampaknya tidak mengakibatkan masalah bagi sistem kekebalan tubuh.
Apendisitis jarang fatal saat ini, karena dapat disembuhkan dengan antibiotik dan pembedahan yang aman. Apendisitis memengaruhi 1 dari 15 orang dan laki-laki lebih berisiko daripada perempuan. Kondisi ini hampir tidak pernah memengaruhi anak di bawah 3 tahun dan paling sering terjadi pada orang berusia antara 10 dan 30 tahun.
Penyebab apendisitis adalah penyumbatan usus buntu (misalnya oleh kotoran), usus buntu berbelit, parasit (misalnya cacing), dan adhesi dinding usus. Benda asing dapat mengganggu pengosongan usus buntu sehingga menjadi pemicu untuk usus buntu. Hal ini sering terjadi dengan biji cabai, lebih jarang dengan biji tomat atau jambu biji. Apendisitis tanpa obstruksi usus buntu jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri enterococci, proteus atau bakteri E. coli. Penyakit radang usus seperti penyakit Crohn juga dapat menyebabkan apendisitis.

Kamis, 07 Maret 2013

Politik Luar Negeri



Politik Luar Negeri Indonesia
Politik luar negeri adalah strategi dan taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain. Dalam arti luas, politik luar negeri adalah pola perilaku yang digunakan oleh suatu Negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain. Politik luar negeri berhubungan dengan proses pembuatan keputusan untuk mengikuti pilihan jalan tertentu. Menurut buku Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia (1984-1988), politik luar negeri diartikan sebagai “suatu kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah dalam rangka hubungannya dengan dunia internasional dalam usaha untuk mencapai tujuan nasional”. Melalui politik luar negeri, pemerintah memproyeksikan kepentingan nasionalnya ke dalam masyarakat antar bangsa”. Dari uraian di muka sesungguhnya dapat diketahui bahwa tujuan politik luar negeri adalah untuk mewujudkan kepentingan nasional. Tujuan tersebut memuat gambaran mengenai keadaan negara dimasa mendatang serta kondisi masa depan yang diinginkan. Pelaksanaan politik luar negeri diawali oleh penetapan kebijaksanaan dan keputusan dengan mempertimbangkan hal-hal yang didasarkan pada faktor-faktor nasional sebagai faktor internal serta faktor-faktor internasional sebagai faktor eksternal.